Makna Hari Ibu Menurut Pandangan Islam

do’a ibu yang tak pernah padam selalu mendoakan anaknya dimanapun.( foto by google )

PapayanPOL – Meski ayah yang diamanahi sebagai pemimpin keluarga, ibu tetaplah lebih utama. Hal ini sebagaimana riwayat seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi tentang orang tuanya, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut ‘ibumu’ sebanyak tiga kali, baru mengatakan ‘bapakmu’. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah bahwa seorang datang kepada Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti yang utama?” Maka Nabi menjawab: “Ibumu” dan orang tersebut bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?” Nabi pun menjawab “Ibumu” dan orang itu bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?”, Nabi pun menjawab “Ibumu”, orang itu pun bertanya kembali dan Nabi menjawab, “Kemudian ayahmu”.

Ibu itu mulia. Kemuliaan yang tak pernah bisa ditukar, pun dengan nyawa. Bahkan, satu tetes darah yang keluar saat melahirkan tak akan pernah sebanding dengan bakti seorang anak hingga ia meninggal dunia. Belum lagi air susu, payah dan lemahnya ketika mengandung, dan lain sebagainya.

Ibu dipenuhi pesona. Pesona kebaikan yang tak pernah pudar. Kebaikan yang tiada berujung. Kebaikan yang menular kepada anak-anak dan orang yang dicintai. Kebaikan yang tulus, tidak pernah mengharapkan balasan. Kebaikan yang akan memancar hingga jasad ibu berkalang tanah.

Mengingat ibu tak ubahnya mengenang kehidupan. Dari tiada, kita menjadi ada lantaran jasa ibu. Kita bermalam dan menetap dirahim ibu saat tak punya daya. Kita mendapat asupan makanan saat lemah sebagai janin melalui badan dan makanan ibu. Kita lahir ke dunia lantaran keringat dan darah ibu. Kita besar juga atas peran dan pengorbanan ibu.Tanpa ibu, kita bukanlah apa-apa. Jika tiada ibu, kita tak berdaya.
Maka berbuat baiklah kepada ibu dengan segala yang bisa kita lakukan. Dengan doa yang tulus atau harapan yang abadi agar ibu berbahagia di hari tua dan akhiratnya kelak. Dengan doa-doa yang kita panjatkan sepanjang waktu, agar ibu semakin disayang Allah Ta’ala.

Jika kita memiliki harta, jangan lupa untuk senantiasa memberikan yang terbaik untuk ibu. Dengan apa pun yang kita miliki. Baik berupa nafkah wajib atau hadiah yang bisa semakin menebalkan dan menambah kualitas cinta.

Gunakan momen-momen penting untuk memberi hadiah. Meski sejatinya, untuk ibu, setiap momen adalah penting dan tiada tergantikan.

Lantas, hadiah apakah yang paling baik untuk diberikan kepada ibu? Di hari bahagianya, atau di Hari Ibu, misalnya? Ada begitu banyak yang bisa dijadikan pilihan, tapi hadiah terindah di Hari Ibu, adalah hadiah yang direkomendasikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Bersedekahlah atas nama ibumu. Sebab pahalanya akan senantiasa mengalir baginya. Jika ada rezeki, bangunlah masjid atas nama ibumu, agar ibumu diberi hadiah oleh Allah Ta’ala berupa rumah di surga-Nya.(23/12/17)

 

 

Facebook Comments