Bimbingan Teknis Penyuluh ” Desa Berjejaring, Indonesia Kuat “

Peserta Penyuluhan sedang mendengarkan materi

PapayanPOL- Bimbingan Teknis Penyuluh se Indonesia yang dilaksanakan di Jl. Cihampelas No. 211-217 Bandung 40131 Hotel Grand Tjokro, alhadulillah dari Kecamatan Jatiwaras termasuk kecamatan spesial dengan bisa mengirimkan 5 calon penyuluh dari lima desa diantaranya Desa Papayan, Kertarahyu, Mandalamekar, Mandalahurip, Ciwarak.  Desa Papayan termasuk ke dalam Desa Percontohan ke dalam Desa Berjejaring di Indonesia dengan menunjuk perwakilan untuk mengikuti Bintek Penyuluh yaitu Saudara Rissa Selamet Ryadi dari Kp. Demunglandung RT.01 RW.01. Bimbingan Teknis Penyuluh yang di laksanakan di Bandung dilaksanakan oleh 20 Orang peserta calon penyuluh dari tiap desa di Indonesia. Desa yang masuk ke kategori Desa Berjejaring baru 222 Desa dari 33 Propinsi di Indonesia, kami bangga dari Desa Papayan termasuk di dalamnya. Harapan kami setiap warga di Desa Papayan bisa menyerap dan membantu menginformasikan potensi yang ada di desa kita sehingga desa kita menjadi desa maju.

Jangan pernah memandang remeh potensi sebuah desa, kalau saat ini potensi itu belum muncul kepermukaan bukan berarti tidak ada potensi yang mampu berkembang dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakatnya. Telah banyak contoh desa maju dan berkembang sehingga masyarakat setempat juga ikut menikmati berkah keberhasilannya.

Pada hakikatnya Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah bersumber dari alam, kebudayaan bahkan juga keterampilan turun temurun yang bernilai ekonomis cukup tinggi. Persoalannya ada sebagian daerah atau desa yang mampu menggali potensi itu lalu mewujudkan dalam kegiatan perekonomian, namun tidak sedikit daerah yang masih belum pandai menggali potensi yang ada.

Dari berbagai teori yang ada tentang cara pengembangan sebuah desa atau daerah, terdapat bagian penting yang mendasar yaitu kualitas pemberdayaan masyarakatnya, selain dana juga tentunya. Karena itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu poin kunci dalam mempercepat pembangunan desa.

Sebuah konsep yang dijalankan untuk memperkuat akselerasi pemberdayaan masyarakat desa adalah dengan mengembangkan komunitas-komunitas masyarakat desa yang aktif dan kreatif. Komunitas itu akan memiliki daya ungkit lebih kuat dibanding hanya memberi pelatihan kepada aparat desa. Keberadaan komunitas-komunitas masyarakat desa sangat penting. Banyak ide dan gagasan kreatif yang nantinya muncul melalui komunitas desa, kemudian pelaksanaan ide itu pun akan memberi pengaruh yang jauh lebih greget dibanding menjalankan program sendiri-sendiri. Dalam komunitas desa ada unsur gotong royong dan kebersamaan yang kuat.

Bentuk komunitas masyarakat desa bisa bermacam-macam sesuai kebutuhan dan kebiasaan yang ada pada masing-masing desa. Misalnya membangun komunitas kreatif pengrajin lokal, komunitas bengkel kreatif seperti seni lukis, musik, design dan grafis, termasuk juga komunitas kesenian kebudayaan masyarakat yang harus dikembangkan dan dilestarikan, komunitas dapur kuliner dan komunitas kekinian dalam bidang teknologi informasi. Dengan adanya komunitas, maka akan banyak ide-ide kreatif bermunculan sehingga desa akan berkembang dan terus berkembang.

Kesungguhan peran pemerintah dalam perencanaan partisipatif guna mengkerangkakan pemberdayaan masyarakat desa secara utuh. Dalam kerangka pembangunan kemandirian desa dan masyarakatnya, harus melalui proses-proses motivasi dan pengorganisasian komunitas, assessment kebutuhan masyarakat, edukasi-edukasi yang terkerangkakan dengan sistematis, penggalangan dukungan stakeholders pemerintah maupun nonpemerintah, dan barulah bantuan dalam bentuk charity diberikan. Itupun harus dengan evaluasi dan rencana keberlanjutan yang matang dan terkerangkakan secara sistematis.

Membatasi regulasi yang mempersempit porsi kreatifitas dan pola birokrasi desa yang cenderung hanya menunggu komando, hal ini agar dapat meningkatkan keberanian stakeholders desa untuk mengambil inisiatif melakukan langkah secara radikal dalam kebijakan untuk menuju pembangunan yang lebih baik.

Promosi program pemberdayaan yang sedang dikembangkan oleh komunitas-komunitas desa yang ada, sehingga Pemerintah dapat memfasilitasi dan rekognisi organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat (LMD). Masyarakat desa bisa mengembangkan potensinya dengan membangun kemampuan advokasi ke instansi-instansi terkait agar pengembangan potensi desa menjadi maksimal. Peran Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) yang berada dalam wilayah desa seharusnya lebih memberikan support dan edukasi yang tepat sasaran, bukan sebagai penghalang program pembangunan yang hanya mementingkan kelompoknya sendiri.

Selanjutnya adalah transparansi dan pertanggung jawaban atas alokasi bantuan dan dana dari berbagai sumber, sehingga rencana program yang dibuat dapat berjalan sesuai dengan arah dan tujuannya.

dengan berjejaring Desa Papayan akan muncul potensi potensi yang tak pernah tergali, maka dengan berjejaring ini desa kita akan maju. Untuk informasi dari dirjen Kominfo selanjutnya klik disini

 

Facebook Comments